Minggu, 22 Desember 2019

PERKEMBANGAN TARLING DALAM DUNIA MUSIK


Kabupaten Indramayu yang terletak di utara Jawa Barat merupakan daerah yang banyak akan kesenian dan budayanya. Mulai dari tarian, musik, sandiwara, dan kesenian lainnya. Kesenian yang sempat populer di daerah Indramayu pada tahun 1930 ini sempat menggencarkan para warga khususnya para anak-anak. Kesenian ini dinamakan Tarling. Tarling merupakan kesenian musik yang terdiri dari alat musik gitar dan suling. Tarling biasa diplesetkan dengan arti “Tes Melatar Gageh Eling” yang artinya sehabis nakal lekaslah sadar. Tarling yang awalnya berdiri di daerah kabupaten indramayu ini sudah berkembang ke daerah-daerah lainnya. Diantaranya  Tarling sudah berkembang di daerah Cirebon hingga Majalengka. Namun seiring berjalannya waktu tarling tidak hanya terkenal di daerah cirebon, indramayu, dan majalengka saja tetapi tarling sudah mulai merambah ke daerah jawa lainnya seperti Subang dan Karawang, serta daerah pantura jawa tengah seperti Brebes, Tegal, dan bagian barat dari jawa tengah yaitu pemalang sudah mengenal dan mengetahui kesenian musik tarling. Yang membuat Tarling merambah ke daerah luar asal dikarenakan bahasa yang digunakan dalam lagu tarling menggunakan bahasa yangs selaras dengan bahasa keseharian masyarakat yang menyebabkan masyarakat lebih cepat terbawa penyebaran kesenian musik tarling ini. Tarling adalah salah satu jenis kesenian daerah yang memiliki karakteristik lagu yang unik, baik segi komposisi musik, materi lagu, serta perkembangannya.  Hal itu menyebabkan cukup menarik untuk dijadikan bahan kajian dan penelitian, dalam memahami eksistensinya di lingkungan masyarakat pendukungnya.
Dulunya, Tarling ini belum digunakan sebagai aliran musik. Pada saat itu, tarling masih disebut dengan “ Melodi Kota Ayu “ untuk daerah Indramayu dan “ Melodi Kota udang “ untuk di daerah Cirebon. Dalam perkembangannya, Tarling berkembang dan diasuh secara penuh oleh para panggung pementasan. Tarling dibesarkan dan dibentuk oleh kebutuhan panggung. Instrumen dari alat musik gitar dan suling menjadi babak awal pagi dunia permusikan dengan membawa nama taling dengan cara menunjukkan suatu pertunjukkan kepada para masyarakat. Darisitulah alat musik gitar dan suling disatukan yang bisa kita sebut dengan Tarling. Tarling telah berperan dan mempunyai signifikasi besar dalam mengangkat nilai-nilai seni budaya daerah cirebon. Tarling ini sebagai saran pengembangan budaya bangsa melalui budaya lokal , sarana pengenalan atau penggalian nilai-nilai luhur falsafah kehidupan bangsa, sara untuk menggali bakat seni bagi para masyarakat serta sebagai sarana kreatifitas dan inovatif seni budaya.
Tarling mengkomposisiskan diri dengan seni tari dan seni peran, permentasan tarling di tahun 1950-1960 begitu di nanti dan menjadi primadona masyarakat cirebon dan sekitarnya. Lambat laun kesenian tarling tidak sekadar menjadi hiburan rakyat namun juga mampu dan memiliki nilai tawar dimata para pemilik kepentingan. Boleh dibilang kesenian ini mulai dilirik kalangan pengusaha industri musik sampai pejabat pemerintahan. Suara gitar yang bernada diatonis membuat suatu iringan yang sangat indah. Keindahan itupun semakin lengkap setelah petikan gitar diiringin oleh tiupan suling. Dari suara petikan gitar dan tiupan suling dapat mewujudkan tembang tembang yang bersyair. Bahkan dalam pementasan taling ini kita bisa menambahkan alat musik seperti gendang, kecrek, sampai suara sendok supaya dapat mewarnai iringan yang merdu dan menjadi pementasan tarling yang luar biasa.       
Lirik dalam tarling terdiri dari parikan dan wangsalan. Baik parikan atau wangsalam biasanya cenderung memiliki gaya spontanitas penembangnya. Tema-tema yang coba di sampaikan beraneka ragammulai dari cinta, gurauan satir, keresahan pribadi hingga pesan - pesan moral dan nilai-nilai dalam kepercayaan.




Rihhadatul'aisy Zaid

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

INSTAGRAM

YOUTUBE

Diberdayakan oleh Blogger.