Sanggar Tarling Chandra
Kirana yang bertempat di wilayah samadikun gang melati tujuh merupakan tempat
untuk mempelajari kesenian musik taling. Sudjana Pertanain atau yang biasa kita
sebut Mang Djana yang merupakan pembimbing serta pendiri dari sanggar tarling
chandra kirana. Didirikannya sanggar tarling chandra kirana untuk melestarikan
kesenian tarling agar terus dikenal dan digemari oleh para masyarakat. Selain
untuk melestarikan kesenian tarling, mang Djana mendirikan sanggar tarling
chandra kirana juga karena kesukaannya dalam memainkan alat musik gitar. Yang
konon katanya, mang Djana dikenal sebagai nayaga penabuh gitar. Pada masa mang
djana ini, tarling semakin syahdu dan menjiwa karena selain musik juga ada
petikan melodi yang menjadi ciri khas kota cirebon hingga saat ini dan menjadi
inovasi yang terbilang luar biasa, selain menjadi ciri khas melodi kiser yang
diciptakan mang djana pun menjadu inspirasi berkembangannya dalam musik tarling
di kota cirebon. Maka dari itu, mang Djana
mendirikan sanggar tarling chandra kirana tersebut agar kesenian tarling akan
terus meningkat di dunia permusikan, kepandaian mang djana dalam memainkan
gitar akan terus terasah dan juga mand djana yang memiliki semangat untuk
menjujung budaya daerah sendiri dengan mangasah kemampuan memainkan musik
tarling ini.
Sanggar Taling Chandra Kirana ini memberikan kesempatan
pada masyarakat khususnya kota cirebon untuk mengetahui dan mempelajari
kesenian tarling. Banyak kalangan dari masyarakat yang ingin mengetahui dan
mempelajari tarling. Bukan hanya orang dewasa saja yang tertarik dan ingin
berlatih kesenian tarling ini. Tetapi anak-anak pun juga tertarik pada kesenian
tarling yang menggunkan alat musik gitar dan suling ini. “ Anggota tarling dari
sanggar tarling chandra kirana ini beranggotakan 20 orang yang ingin
mempelajari tarlin” ucap mang Djana. Untuk mengasah tarling ini agar sampai
bisa membutuhkan waktu kurun waktu dua bulan. Belajar tarling tidaklah mudah,
jika ingin mempelajari kesenian musik tarling ini kita harus mengenali logat
jawa ataupun sunda, jika tidak mengenali logat tersebut maka dalam proses
belajar tarling pun sedikit sulit.
Tarling yang sudah mewabah ke masyarakat mambuat kesenian
tarling ini digemari oleh para masyarakat, sejak dari anak-anak hingga dewasa.
Tarling yang berasal dari sanggar tarling chandra kirana ini tak jarang
menampilkan pertunjukan di acara-acara besar seperti hajatan, event ulang tahun
cirebon dan juga tak kalah seringnya tarling sanggar chandra kirana ini sering
kali memdapatkan undangan untuk menampilkan kesenian tarling di cafe-café. “
kita sering manggung di café di jalan ampera dalam kurun waktu satu minggu
sekali “ kata mang djana selaku pelatih tarling dan juga pendiri sanggar
tarling chandra kirana. Tarling sanggar chandra kirana ini juga tak jarang
mengikuti perlombaan dan event-event di dalam kota dan di luar kota.
Sejak tahun 1970, tarling dari snaggar chandra kirana ini
sudah mulai mengikuti perlombaan-pelombaan dan even-event. Tarling sanggar
chandra kirana juga pernah mengikuti perlombaan di salah satu universiatas di
Indonesia yaitu di ISBI atau Institut Seni Budaya Indonesia yang bertempatan di
Bandung. “ Tarling sanggar chandra kirana juga pernah diundang di acara
pemerintahan ko jogjakarta” uacp mang djana. Selain itu, tarling sanggar
chandra kira juga pernah mementaskan kesenian tarling di daerah kuningan dan
majalengka.
Kemampuannya dalam bidang kesenian musik tarling ini, tak
jarang juga mang Djana sang pendiri dan pelatih sanggar chandra kirana ini
menerima penghargaan sebagai moestro tarling cirebon klasik dalam memelihara
dan melestarikan tarling cirebon klasik di kota cirebon.
Rihhadatul'aisy Zaid






0 komentar:
Posting Komentar